
Ide rumah minimalis. Banyak dari kita bermimpi punya rumah yang nyaman, fungsional, dan tenang. Tapi kalau lahan yang dimiliki cuma 5×12 meter, mungkinkah mimpi itu tetap terwujud?
Kami sempat bertemu dengan seorang ibu rumah tangga yang membuktikan bahwa jawabannya adalah sangat mungkin. Rumah mungil miliknya, yang ia beri nama Kurindusenja Studio, tidak hanya jadi tempat tinggal tapi juga studio kerja, ruang bermain anak, sekaligus tempat healing pribadi.
“Hai, selamat datang di Kurindusenja Studio. Yuk, bertamu di rumahku.” Begitulah sambutan hangat dari Ade Septikasari, pemilik rumah ini. Selain menjadi ibu rumah tangga, ia juga aktif sebagai dekorator, content creator, dan pemilik brand lokal.
Rumahnya menghadap barat. Setiap pagi hingga sore disinari cahaya, tapi senja selalu datang paling akhir. Dari situ lahirlah nama Kurindusenja Studio rumah yang katanya seperti “selalu merindukan senja”.
Dan memang, suasana rumah ini terasa hangat, tenang, dan mengundang siapa pun untuk betah berlama-lama.
Awalnya, rumah ini dibeli dalam kondisi inden dengan ukuran standar 60 m² (5×12 m). Tapi setelah direnovasi, justru dikurangi menjadi 39 m² bangunan efektif. Kenapa? Karena Ade ingin memaksimalkan ruang terbuka dan aliran cahaya.
Area dapur dengan konsep modern minimalis. Foto: Dok. Quantum Group / Kurindusenja Studio.
Ia memilih desain open space yang terinspirasi dari rumah-rumah Jepang. Menurutnya, rumah tanpa banyak sekat terasa lebih dekat, hangat, dan cocok untuk keluarga kecil.
Untuk mengatasi keterbatasan ruang, ia membangun mezzanine yang berfungsi sebagai kamar utama sekaligus ruang kerja pribadi. Ruang bawahnya digunakan untuk dapur, ruang makan, dan kamar anak.
Yang menarik, tidak ada satu pun ruang tertutup penuh (selain kamar mandi, tentu saja). Kamar anak ada di bawah, sementara kamar utama terbuka di atas mezzanine tanpa dinding atau pintu.
Tangga diletakkan di tengah rumah bukan hanya sebagai penghubung lantai, tapi juga sebagai pembatas visual antara dapur dan ruang kerja. Tangga ini juga dirancang dengan pertimbangan keamanan, karena harus cukup nyaman dipijak tapi tidak makan tempat.
Dan soal furniture? Itu jadi tantangan tersendiri. Menurut Ade Rumah kecil itu tricky banget soal furniture. Harus compact, ukurannya pas, dan nggak bikin sumpek.
Ia memilih menggunakan furniture jadi, bukan yang custom. Dengan begitu, ia bisa memastikan ukuran, warna, dan fungsinya sesuai dengan ruang.
Ruang tamu di rumah ini benar-benar fleksibel. Bisa dipakai untuk nonton bareng, main dengan anak, makan bersama, sampai menerima tamu. Tapi yang paling sering dilakukan Ade di sini adalah healing. “Kadang aku senderan di sofa, diam, mikir ide, atau cuma menikmati momen.”
Ruang tamu dengan konsep modern minimalis. Foto: Dok. Quantum Group / Kurindusenja Studio.
Menariknya, ternyata di ruang tamu ini digunakan Magis Sofabox dengan tipe NEOM pilihan yang tepat karena bentuknya compact, empuk, dan tetap mendukung estetika rumah minimalis seperti ini. Dengan pilihan warna sagewood Magis Sofabox justru menyatu sempurna dengan suasana hangat ruang tamu Kurindusenja Studio.
Setelah melihat langsung konsep dan implementasi rumah ini, kami merangkum beberapa pelajaran praktis yang bisa Anda terapkan di rumah sendiri:
Kalau Anda ingin lihat inspirasi lain soal konsep open space di rumah kecil, Anda bisa baca juga Dari Gang Sempit Jadi Rasa Villa!
Yang membuat kami terkesan bukan hanya desainnya, tapi bagaimana Ade menjalani rumah ini. Ia membelinya secara inden dan harus menunggu 8–9 bulan sebelum bisa merenovasi. Tapi semua proses itu dijalani dengan sabar dan penuh visi.
Area ruang tidur konsep mezzanine Foto: Dok. Quantum Group / Kurindusenja Studio.
Kini, rumah ini bukan hanya tempat tinggal. Tapi juga tempat kerja, ruang keluarga, tempat berbagi cerita, dan pusat ide kreatif.
Konten-konten yang ia buat dari dalam rumah ini terasa natural, hangat, dan sangat “hidup”. Sebuah bukti nyata bahwa keterbatasan lahan tidak pernah membatasi kualitas hidup kalau dirancang dengan niat dan kasih sayang.
Sebelum kami pulang, Ade menyampaikan harapannya agar rumah kecil ini bisa menjadi inspirasi bukan hanya untuk mereka yang punya lahan terbatas, tapi juga untuk siapa pun yang ingin menciptakan suasana hangat dan hidup di dalam rumah.
Dan memang, Kurindusenja Studio membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukanlah batas untuk berkreasi. Dengan desain open space, pilihan furniture yang tepat, dan pemanfaatan ruang vertikal, rumah ini berhasil menjalankan banyak fungsi sekaligus: tempat tinggal, studio kerja, dan ruang untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk.
Yang terpenting, semuanya terasa dekat dan menyatu. karena rumah yang nyaman bukan hanya soal ukuran atau bentuk tapi soal perencanaan yang matang dan perhatian terhadap detail yang benar-benar penting
Hubungi Kami