Cara Meningkatkan Profit Hotel Tanpa Naik Tarif Kamar. Menaikkan harga kamar bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan profit hotel. Manajemen masih dapat meningkatkan nilai dari setiap tamu, mengurangi biaya mendapatkan booking, memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, dan menekan pemborosan operasional.
Kuncinya adalah membedakan revenue dan profit. Pendapatan tambahan belum tentu menghasilkan keuntungan lebih besar jika biaya untuk mendapatkannya ikut meningkat. Karena itu, setiap strategi perlu dilihat dari kontribusinya terhadap margin, bukan hanya dari jumlah transaksi atau tingkat hunian.
Hotel dapat memperoleh revenue tambahan dari tamu yang sudah melakukan booking tanpa harus mengubah tarif kamar utama.
Salah satu caranya adalah menawarkan room upgrade kepada tamu yang membutuhkan kamar lebih luas, pemandangan tertentu, atau fasilitas tambahan. Penawaran dapat diberikan sebelum kedatangan maupun saat check-in.
Pilihan lain adalah early check-in dan late checkout berbayar. Hotel dapat menawarkannya ketika ketersediaan kamar memungkinkan sehingga tamu bisa menggunakan kamar lebih lama dengan biaya tambahan.
Prinsip yang sama berlaku pada ancillary revenue. Sarapan, room service, airport transfer, laundry, spa, aktivitas lokal, atau layanan lain dapat menambah pengeluaran rata-rata per tamu.
Namun, jangan menawarkan semuanya kepada setiap orang. Gunakan informasi reservasi, tujuan perjalanan, durasi menginap, dan kebutuhan tamu untuk menentukan penawaran yang sesuai.
Selain meningkatkan nilai dari tamu yang menginap, hotel juga dapat melihat aset yang tersedia tetapi belum banyak menghasilkan pendapatan.
Restoran hotel, misalnya, tidak harus hanya melayani tamu yang menginap. Jika lokasi dan konsepnya mendukung, restoran dapat dikembangkan untuk menarik pelanggan dari sekitar hotel melalui paket makan, acara tertentu, atau kerja sama komunitas.
Pendekatan serupa dapat diterapkan pada meeting room, ballroom, spa, rooftop, area kolam renang, coworking space, maupun ruang lain yang memiliki periode kosong.
Tujuannya bukan membuat sebanyak mungkin produk baru. Prioritaskan fasilitas dengan biaya tetap yang sudah berjalan dan masih dapat menghasilkan revenue tambahan tanpa menaikkan biaya secara berlebihan.
Sebelum menjalankan program, hitung kapasitas yang tersedia, biaya tenaga kerja, bahan baku, housekeeping, utilitas, serta biaya penjualan. Dengan begitu, hotel dapat melihat apakah revenue baru benar-benar menghasilkan contribution yang baik.
Kasur Hotel Quantum Springbed: Kenyamanan Tamu dan Efisiensi Jangka Panjang
OTA membantu hotel ditemukan oleh calon tamu yang mungkin belum mengenal properti tersebut. Sementara itu, direct booking memberi hotel jalur transaksi dan komunikasi langsung dengan tamu.
Karena fungsinya berbeda, keputusan yang lebih tepat bukan memilih salah satunya, melainkan mengevaluasi komposisi keduanya.
Untuk booking dari OTA, periksa biaya distribusi yang muncul. Untuk direct booking, masukkan pula biaya website, booking engine, payment gateway, iklan, promosi, tenaga reservasi, atau manfaat yang diberikan untuk mendorong tamu memesan langsung.
Dengan cara tersebut, hotel dapat membandingkan contribution setiap sumber booking secara lebih adil.
Repeat guest dapat diarahkan ke direct booking karena hotel sudah mempunyai hubungan dengan mereka. Setelah tamu selesai menginap, hotel dapat menginformasikan website resmi, reservasi melalui WhatsApp, atau manfaat pemesanan berikutnya.
Untuk pembahasan yang lebih luas mengenai pencarian calon tamu, OTA, website, dan conversion, baca panduan strategi digital marketing hotel kecil.
Penghematan biaya sebaiknya dimulai dari pemborosan yang tidak memberikan nilai kepada tamu.
Energi merupakan salah satu area yang dapat diperiksa. Lampu di area kosong, pendingin ruangan yang tetap bekerja ketika kamar tidak digunakan, peralatan yang menyala terlalu lama, hingga maintenance yang terlambat dapat meningkatkan biaya operasional.
Hotel dapat mengevaluasi penggunaan timer, sensor okupansi, pengaturan HVAC sesuai status kamar, lampu hemat energi, serta prosedur housekeeping dan engineering untuk mengurangi penggunaan yang tidak diperlukan.
Selain energi, keputusan pengadaan juga perlu diperiksa dengan prinsip serupa. Vendor dengan harga awal paling rendah belum tentu menghasilkan biaya penggunaan paling rendah.
Pertimbangkan harga produk beserta daya tahan, biaya pengiriman, instalasi, penyimpanan, kebutuhan penggantian, maintenance, serta potensi room downtime.
Prinsip total cost ini penting terutama untuk aset kamar yang digunakan dalam jangka panjang. Pembahasan lebih rinci dapat dilihat pada panduan pengadaan kasur hotel untuk resort.
Penghematan juga jangan sampai mengurangi elemen yang langsung dirasakan tamu. Kebersihan kamar, kualitas tidur, suhu, Wi-Fi, respons staf, dan kondisi fasilitas tetap menjadi bagian penting dari pengalaman menginap.
Tidak semua tanggal membutuhkan strategi penjualan yang sama.
Mulailah dengan melihat kalender okupansi. Identifikasi hari kerja, bulan, atau periode tertentu yang secara konsisten mempunyai permintaan lebih rendah. Setelah itu, cari segmen yang mempunyai kebutuhan pada periode tersebut.
Hotel di kawasan bisnis dapat membangun hubungan dengan perusahaan di sekitar hotel. Properti di dekat venue acara dapat menjangkau event organizer, wedding organizer, komunitas, atau rombongan. Hotel dengan meeting room dapat mengembangkan paket kamar dan pertemuan untuk perusahaan.
Namun, volume booking tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran.
Periksa room rate, kebutuhan F&B, penggunaan meeting room, biaya pelayanan grup, pola pembatalan, serta contribution yang dihasilkan. Corporate atau group booking sebaiknya digunakan untuk meningkatkan permintaan pada tanggal yang membutuhkan tambahan bisnis, bukan hanya untuk mengejar okupansi.
Quantum Hotel Mattress untuk Pengadaan Kamar Hotel
Setelah strategi dijalankan, ukur dampaknya menggunakan tolok ukur awal yang jelas.
Beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain:
Hindari mengubah banyak hal sekaligus. Misalnya, hotel dapat memulai dengan satu program late checkout, satu paket F&B, atau satu eksperimen direct booking. Bandingkan hasilnya dengan periode sebelumnya, lalu tentukan apakah strategi tersebut layak diperluas.
Bisa. Hotel dapat meningkatkan profit melalui upselling, ancillary revenue, pemanfaatan fasilitas yang belum maksimal, pengurangan biaya operasional, serta pengelolaan biaya distribusi booking.
Tidak selalu salah satunya. Direct booking dapat mengurangi ketergantungan pada komisi OTA, tetapi tetap memiliki biaya seperti website, iklan, payment gateway, atau booking engine. Karena itu, hotel perlu membandingkan contribution dari setiap sumber booking.
Beberapa pilihan yang umum adalah room upgrade, early check-in, late checkout, sarapan, room service, laundry, spa, airport transfer, serta penggunaan meeting room. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan tamu dan fasilitas hotel.
Bandingkan kondisi sebelum dan sesudah strategi diterapkan. Pantau antara lain ancillary revenue, rata-rata pengeluaran tamu, biaya mendapatkan booking, biaya operasional, serta contribution dari setiap booking atau segmen.
Profit hotel pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh harga jual kamar. Nilai setiap tamu, biaya distribusi, pemanfaatan aset, disiplin pengeluaran, dan komposisi permintaan juga ikut menentukan hasil bisnis.
Karena itu, jika menaikkan tarif kamar belum menjadi pilihan, fokuslah pada aspek bisnis yang masih dapat diperbaiki. Buat setiap booking lebih bernilai, kurangi pemborosan, dan manfaatkan aset yang sudah dimiliki secara lebih produktif.
Pengadaan aset kamar juga menjadi bagian dari pengelolaan biaya jangka panjang. Bagi pengelola hotel yang sedang mengevaluasi kebutuhan kasur, bedding, atau pengadaan kamar, diskusikan kebutuhan proyek melalui halaman Hubungi Kami Quantum Group.
Hubungi Kami